Biografi Bapak Pengasuh

Mengajar di Perguruan Taman Siswa

Di Taman Siswa, R.M.S. Dirdjoatmodjo mengajar silat tidak berlangsung lama, karena ada suatu pekerjaan lain yang ingin ditujunya, yakni bekerja di Pabrik Gula – Pleret. Di pabrik gula ini dari pengalaman yang telah ada, ia diangkat sebagai Magazijn Meester. Sekitar tahun 1947-1948, ia diangkat sebagai Pegawai Negeri pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Seksi Pencak Silat atas pertolongan dari Bapak Djumali. Berdasarkan misi yang diembannya untuk mengembangkan pencak silat, maka dibukalah kursus silat melalui dinas untuk umum. Selain daripada itu, juga diminta untuk mengajar di Organisasi HPPSI serta Himpunan Siswa Budaya Yogyakarta.

Menetap Di Surabaya

Pada tahun 1954, Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo dialihtugaskan ke Surabaya dan bekerja di Kantor Kebudayaan Jawa Timur Urusan Pencak Silat dengan tugas yang sama, yakni mengembangkan dan menyebarluaskan Silat sebagai budaya bangsa Indonesia. Di kota ini beliau mendirikan perguruan silat PERISAI-DIRI dengan nama Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri dibantu oleh Bapak Imam Ramelan pada tanggal 2 Juli 1955. Pendidikan pertama melalui kursus silat yang diadakan oleh Kantor Kebudayaan Jawa Timur (Mayangkara – Surabaya).

Murid-murid beliau pada Angkatan I menurut penuturan Mas Kastam, antara lain : Bapak I Gusti Ketut Purwana – berprofesi sebagai Dokter Ahli Jantung yang berdinas di Kantor Pusat Bank BNI, Bapak Ketut Citrana, SH. – berprofesi sebagai Hakim, Bapak Arubawa – berprofesi sebagai Dokter, Bapak Suryo – pegawai negeri, Bapak Sumbogo Iskandar – pegawai negeri, Bapak Tjenol Puger – berprofesi sebagai Dokter dan kini menjabat sebagai Ketua IDI Propinsi Jawa Tengah dan Bapak Kastam – mantan jagoan Tanjung Perak, mereka berlatih di Kantor PDK Jl. Wijaya Kusuma, Surabaya.

Pada tahun 1970, beliau dipensiun dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Beliau wafat pada tanggal 9 Mei 1983 pagi dini hari sekitar pukul 03.15 waktu Indonesia Barat di Surabaya di hadapan isteri tercinta.